Tips Memotret Milky Way

04.57 berri anam 4 Comments


Foto Milky Way
Contoh Foto Milky Way - Foto : shutterstock
1. Memotret Milky Way nggak harus pakai DSLR ataupun Mirrorless kok, pakai smartphone juga bisa

Untuk memotret Milk Way menggunakan smartphone, gunakanlah aplikasi seperti “Manual” pada iOS dan “Camera FV-5” pada Android. Aplikasi-aplikasi tersebut memberikan kontrol yang lebih canggih terhadap kamera seperti layaknya pada sebuah DSLR. ISO, shutter speed, white balance, dan metode focus semuanya kita bisa ambil alih. Hanya saja, meski sudah menggunakan aplikasi tersebut, spesifikasi kamera smartphonemu akan sangat berpengaruh pada hasilnya. Jadi pada dasarnya, jangan terlalu berharap jika memotret milky way menggunakan smartphone.

2. Memotretlah saat fase ‘bulan baru’ atau saat bulan tak nampak sama sekali

Saat purnama tiba, cahaya bulan bersinar begitu terang hingga mampu menutupi cahaya bintang. Langit cerah tak akan menampakan bintang-bintang, apalagi milky way.Jadi, kamu bisa berburu miky way di gunung atau pun di laut saat bulan baru.

3. Carilah tempat yang minim polusi cahaya

Tempat-tempat di ketinggian seperti bukit atau gunung adalah tempat yang pas untuk memotret milky way. Atau tempat-tempat yang minim polusi cahaya lainnya seperti di pantai dan padang savanna.

4. Setel kamera pada bukaan lensa terbesar

Aperture pada kamera ditandai dengan huruf ‘f’ dan angka. Semakin kecil angka di belakang huruf f, maka bukaan lensa semakin besar. Jika bukaan semakin besar, cahaya yang ‘tertangkap’ pun makin banyak. Sesuaikan dengan konsep foto yang kamu inginkan.

5. Setting ISO kamera

Berhubung suasana pasti sangat gelap ketika memotret milky way, kamu harus gunakan ISO tinggi untuk menangkap momen. Pada kamera DSLR low/mid end untuk pemula, kebanyakan ISO mentok pada angka 12800 atau beberapa bisa sampai 25600. Namun, jangan setel hingga angka maksimal karena dipastikan hasilnya akan penuh ‘bintik putih’ atau ‘noise’. Untuk memotret milky way, coba setel di kisaran ISO 800 – 1600. Meski mungkin masih sedikit noise, namun itu lebih baik daripada fotomu gelap gulita karena settingan ISOmu terlalu rendah.

6. Gunakan tripod

WAJIB! Kecuali Kamu memang mengonsep foto milky waymu full blur.

7. Setting shutter speed pada kecepatan 15-20 detik

Pengaturan shutter speed ini berkaitan dengan masalah cahaya yang harus ‘ditangkap’. Kondisi minim penerangan seperti saat memotret milky way, cobalah atur shutter speedmu pada angka 15-20 detik demi mendapat hasil yang lebih ‘sharp’. Di atas 20 detik, besar kemungkinan jepretanmu cenderung blur.

8. (Jangan) gunakan flash untuk memotret foreground

Jika ada objek lain (selain miky way) di depan lensamu yang memang ingin kamu tampilkan , sebaiknya gunakan lampu led sebagai bantuan pencahayaan. Pencahayaan lewat LED lebih dapat kita kendalikan dan stabil, ketimbang flash.
Foto Milky Way
Contoh Foto Milky Way - Foto : shutterstock
Bingung? Ambil kamera, lalu langsung praktik biar nggak bingung! Cari milky way di tempat yang minim polusi cahaya ya!

Sumber : http://phinemo.com

Baca juga tulisan ini

4 komentar:

  1. Ah, begini ya ternyata caranya. Enaknya ada yang ngajarin pas praktek :)

    BalasHapus
  2. Hemm.... meskipun bisa pakai smartphone, tetap masih ingin punya DSLR.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga cepat tercapai keinginannya bro.. hahahaha

      Hapus