Tragedi sebelum Menduniakan Madura

07.37 DETIK INI 5 Comments


Menduniakan Madura
Panitia #Menduniakan Madura
H-1 semua panitia harus sudah berada di basecamp Plat-M karena malam harinya akan di adakan rapat besar. hari senin tanggal 21 November 2016 saya dan tiga orang blogger asal Pamekasan berangkat ke Bangkalan. kita berempat berangkat siang hari karena ada sebagian yang masih mengurus perizinan untuk libur kerja selama 5 hari termasuk saya sendiri, Alhamdulillah diberikan izin meski harus standby di depan TeamViewer untuk memantau kinerja karyawan.

Sesampainya di basecamp ternyata teman-teman panitia yang lain sudah pada kumpul dan sambil lalu menyiapkan, melengkapi dan menceklist kebutuhan untuk acara esok harinya. selang beberapa menit setelah teman-teman blogger Pamekasan sudah merasakan istirahat mas wahyu langsung memberikan kabar kepada semua panitia yang datangnya dari salah satu pejabat BPWS bahwa acara yang seharusnya dimulai jam 10.00 wib harus dipending hingga jam 12.00 wib karena tempat yang semula akan kita gunakan untuk pembukaan diambil alih oleh pihak BPWS untuk digunakan rapat. kita sempat buntu memikirkan solusi mengenai kabar buruk itu, namun ada beberapa panitia yang mengusulkan untuk mengisi kekosongan itu dengan mengajak semua peserta mengelilingi kawasan kaki jembatan Suramadu sisi Surabaya dan itulah menjadi alternatif utama agar peserta tidak boring, setelah terpecahkan lalu mas wahyu langsung memberikan job kepada panitia, mulai dari yang bertugas menyiapkan dikantor BPWS, menyiapkan sarapan untuk peserta dan juga yang bertugas untuk penjemputan peserta. ada tiga titik penjemputan dan kebetulan saya kebagian menjemput peserta di Terminal Purabaya dengan modal nomor whatsapp dan Odheng khas Madura, ada 5 orang blogger yang harus saya jemput yaitu kang Pardi dari Ponorogo, Mas Halim dari Solo, mas Wijaya dari Rembang, kak Ndop dari Nganjuk dan terakhir Neng Silviana dari Kediri. kira-kira jam 9 pagi semuanya baru berkumpul, bersama blogger Inova saya langsung menggiring peserta kemobil dan dilanjut menuju BPWS.

lalu kekhawatiran muncul lagi bagaimana kalau rapat BPWS itu tidak selesai sampai jam 12, sepertinya acara akan amburadul jika hal itu terjadi. waktu menunjukkan jam 10 lewat masih belum ada kabar mengenai rapat yang membuat sebagian panitia mulai panik, sehingga diambillah alternatif kedua yaitu yang awalnya pembukaan acara dihadiri semua peserta harus diambil perwakilan setiap kota untuk mengikuti acara pembukaan karena tempat yang digunakan cukup sempit dan sebagian lagi peserta diajak jalan-jalan dikawasan kaki jembatan Suramadu sisi Surabaya agar merekatidak merasa bosan jika harus menunggu.

Jejak BPWS Menduniakan Madura
Pembukaan Jejak BPWS Menduniakan Madura
acara pembukaanpun dimulai pada jam 11.00 wib yang dihadiri kurang lebih 15 peserta dan 6 panitia yang dibuka langsung oleh pejabat BPWS yaitu Bapak Ari sekaligus memberikan penjelasan terkait diadakannya acara jejak BPWS yang bekerjasama dengan Plat-M.
Plat-M diajak kerjasama oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura (BPWS) ingin mengenalkan jejak program-program BPWS yang sudah dilakukan di Madura. Sederhananya BPWS bertanggung jawab untuk memajukan baik itu Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan ataupun Sumenep. Mulai dari sektor industri, pariwisata, akses transportasi hingga berbagai pembangunan insfrastruktur di Madura telah dikembangkan. Banyak yang sudah selesai, juga tidak sedikit yang sedang berjalan dan akan berjalan.
Maka dari itu, BPWS berinisiatif mengajak blogger berkeliling empat kabupaten di Madura untuk mengeksplorasi jejak-jejak pembangunan BPWS melalui acara MENDUNIAKAN MADURA 2016.
Bapak Ari cukup jelas dalam memaparkan program-program BPWS seperti KKM (Kawasan Khusus Madura) dan KKJSM (Kawasan Kaki Suramadu sisi Madura).

baca kelanjutannya pada Jejak BPWS Menduniakan Madura


Baca juga tulisan ini

5 komentar:

  1. Ah, kok aku ngga cerita tragedi ini yak. Makasih mas. Catatan mengharukan. Memang tak asyik hidup ini kalau cuma diisi kemudahan-kemudahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas.
      Sudah baca kelanjutannya mas?
      ini saya masih ngedraft tragedi carok itu. hehehehehe

      Hapus
  2. Baru tahu alasan kenapa ruang pertemuan yang dipakai di BPWS tidak bisa menampung blogger yang hadir, ternyata ada sebabnya. Terima kasih ya Berri yang sudah menjemput dan mengkoordinasi penjemputan di Terminal Bungur. Kalau ada rencana ke Solo boleh loh hubungi saya, ntar ku-guide-in deh. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mas Halim... wah beneran nih. atur jadwal dulu ahhh... hahaha

      Hapus